Prodi PAI UAD dan STAI Baturaja Gelar Seminar Nasional tentang Self-Management, Keseimbangan Spiritual, dan Kesehatan Mental
Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baturaja sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Mastering Self-Management, Spiritual Balance, and Mental Well-Being” pada Selasa, 21 Juli 2026, di Ruang Audio Visual Museum Muhammadiyah, Universitas Ahmad Dahlan.
Seminar ini mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen. Sebanyak 120 peserta memadati ruang seminar sejak pagi hari sehingga seluruh kapasitas ruangan terisi penuh. Kegiatan menjadi ruang ilmiah untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kemampuan mengelola diri, menjaga keseimbangan spiritual, serta membangun kesehatan mental sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan akademik maupun profesional di era yang semakin kompleks.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Agama Islam UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I.; Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam UAD, Ferawari, S.S., S.Psi., M.Hum.; Ketua Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam UAD, Yazida Ichsan, M.Pd.I.; Wakil Ketua STAI Baturaja, Dr. H. Ibnu Sodik; serta Ketua Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam STAI Baturaja, Azwar Aripin, M.Pd.I.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Agama Islam UAD, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I., Wakil Ketua STAI Baturaja, Dr. H. Ibnu Sodik, Ketua Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam UAD, Yazida Ichsan, M.Pd.I., serta Ketua Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam STAI Baturaja, Azwar Aripin, M.Pd.I. Keempat pimpinan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghadirkan kegiatan akademik yang mampu menjawab tantangan perkembangan generasi muda, khususnya dalam aspek penguatan karakter, spiritualitas, dan kesehatan mental.

Dalam sambutannya, Dr. Arif Rahman, M.Pd.I. menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kematangan emosional, keseimbangan spiritual, dan ketahanan mental. Menurutnya, ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting dalam mencetak calon pendidik yang profesional sekaligus berkarakter Islami. Sementara itu, Dr. H. Ibnu Sodik mengapresiasi sinergi antara STAI Baturaja dan Universitas Ahmad Dahlan yang diwujudkan melalui seminar nasional ini. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang melalui kegiatan akademik, penelitian bersama, pertukaran dosen, hingga pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk penguatan jejaring pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Ketua Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam UAD, Yazida Ichsan, M.Pd.I., menjelaskan bahwa seminar nasional ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Menurutnya, kemampuan mengelola diri, menjaga kesehatan mental, dan membangun keseimbangan spiritual menjadi kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa sebagai calon pendidik.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam STAI Baturaja, Azwar Aripin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat kerja sama kelembagaan sekaligus memperluas wawasan mahasiswa melalui forum ilmiah yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan.

Seminar menghadirkan tiga narasumber, yaitu Anaas Tri Ridlo D.Y., M.Pd., Tri Yaumil Falikhah, S.Pd.I., M.Pd., dan Dr. H. Ibnu Sodik. Ketiganya membahas tema dari perspektif yang saling melengkapi, mulai dari pengelolaan diri (self-management), penguatan keseimbangan spiritual, hingga pembangunan kesehatan mental sebagai fondasi dalam membentuk pribadi yang tangguh dan adaptif di tengah perubahan zaman.
Pada sesi pertama, Anaas Tri Ridlo D.Y., M.Pd. menjelaskan bahwa self-management merupakan kompetensi utama yang menentukan keberhasilan seseorang dalam kehidupan akademik maupun dunia kerja. Kemampuan mengatur waktu, mengendalikan emosi, menetapkan prioritas, serta membangun disiplin diri menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pada sesi kedua, Tri Yaumil Falikhah, S.Pd.I., M.Pd. menguraikan pentingnya keseimbangan spiritual sebagai sumber ketenangan batin dan ketahanan psikologis. Ia menekankan bahwa spiritualitas yang baik mampu membentuk sikap optimis, meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan, serta menjadi landasan dalam membangun kesehatan mental yang berkelanjutan.
Sementara itu, pada sesi ketiga, Dr. H. Ibnu Sodik menyampaikan materi mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam membangun kesejahteraan mental (mental well-being). Menurutnya, pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan akhlak, serta pengembangan kemampuan individu dalam menghadapi dinamika kehidupan secara bijaksana. Ia menegaskan bahwa keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, spiritual, dan sosial merupakan kunci lahirnya generasi yang unggul dan berdaya saing.
Diskusi berlangsung sangat interaktif. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai strategi menjaga kesehatan mental di lingkungan kampus, membangun kebiasaan positif, mengatasi tekanan akademik, hingga penerapan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tema seminar sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Melalui seminar nasional ini, Program Studi Pendidikan Agama Islam UAD bersama STAI Baturaja berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki keseimbangan spiritual, kesehatan mental yang baik, serta kemampuan mengelola diri secara efektif. Kolaborasi kedua institusi diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai program akademik yang semakin memperkuat kualitas pendidikan Islam di Indonesia.



