SEJARAH

Prodi pendidikan agama islam (PAI) fakultas agama islam universitas Ahmad dahlan mempunyai sejarah panjang. Awal prodi PAI merupakan bagian dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (STITM) Wates. Sejarah perjalanan STITM Wates tidak terlepas dari Institut Agama Islam Muhammadiyah Surakarta di Wates pada Tahun 1968. Dalam perjalanannya, jurusan ini  telah mengalami beberapa kali perubahan status hingga ahirnya pada tahun 2014 Bergabung menjadi baian dari Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah Universitas Ahmad Dahlan.

Sejak masih berupa kelas Jauh IAIM Surakarta sampai Bergabung menjadi FTDI UAD, tercatat  ribuan  mahasiswa yan pernah belajar di sini. Baik di  program Diploma II, atau sarjana. Mengingat kontribusi yan besar dan sejarah panjan dalam dunia pendidikan khususnya di daerah kulon proo maka sejarah perjalanan prodi PAI perlu di buat milestone perjalannya.

Di mulai pada tahun 1968, Institut Agama Islam Muhammadiyah Surakarta membuka kelas Jauh di Wates. Adanya keinina membuka kelas jauh ini tentu tidak terlepas dari  visi besar pendidikan dalam amal usaha muhammadiyah yan sanat concern dalam dunia pendidikan. Pada saat ini status kampus wates masih merupakan bagian tak terpisahkan secara kelembagaan dari IAIM Surakarta. Dalam perkembanannya Kampus wates berdiri menjadi lembaga tersendiri dengan dikeluarkannya SK Menteri Agama RI No: D/155/1975 tanggal 12 Juli 1975 dengan Program Sarjana Muda bernama Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Muhammadiyah Wates. Tanggal 12  Juli 1975 inilah yan dianap sebaai tanggal lahir resmi berdirinya STITM Wates.

Pada tanggal 15 Agustus 1988 pimpinan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Muhammadiyah Wates mengajukan surat nomor:  E-5/FT-31/1988 ditujukan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majlis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo perihal permohonan Surat Keputusan perubahan nama dari Fakultas Tarbiyah IAIM menjadi Sekolah tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Wates Jurusan Pendidikan Agama Islam. Surat iini ditanggapi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majlis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo dengan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor E-5/152/KEP/1988 tanggal 10 Muharram 1409 H bertepatan dengan 24 Agustus 1988 yang menetapkan mulai tahun ajaran 1998/1989 Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Wates diubah namanya menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam. Keputusan ini mendapat Persetujuan dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 1989 Tentang Penyesuaian Jalur dan Program Pendidikan Strata Satu (S1) Serta Penataan Kembali Nama dan Unit Jurusan Status Terdaftar pada Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta dalam Lingkungan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Wilayah 1, II, III, dan IX tanggal 1 Maret 1989 dimana Nama Sekolah tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Wates ditetapkan didalamnya dengan status terdaftar.

Pada Tahun 1992 STITM Wates mendapatkan status diakui dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1992 Tentang Pemberian Status Diakui Program Sarjana (SI) Kepada Sekolah tinggi Ilmu Tarbiyah muhammadiyah Wates Jurusan Agama Islam di Wates tanggal 21 Januari 1992. Pada tahun 1998 Status Diakui ini ditetapkan kembali dengan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Islam Nomor E/41/198 Tentang Penetapan Kembali Status Diakui Program Strata Satu (SI) Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi  Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Wates di Wates tanggal 27 Februari 1998.

Tahun 2000 STITM Wates memperoleh Sertifikat Akreditasi dari Badan akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia dengan sertifikat nomor 03073/Ak-I-III-008/SZLPBI/VI/2000 tanggal 16 Juni 2000. Pada Tahun 2005 STITM Wates kembali memperoleh perpanjangan izin penyelenggaraan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor: Dj.II/63/2005 Tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah Program Sarjana (SI) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Wates Yogyakarta tanggal 31 Maret 2005. Pada tahun ini pula berdasar Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 024/BAN-PT/Ak-IX/SI/XII/2005 tanggal 27 Desember tahun 2005 STITM Wates mendapatkan Nilai B  dituangkan dalam sertifikat Akreditasi Nomor 08104/Ak-IX-SI-024/SZLPBI/XII/2005 tanggal 27 Desember 2005 predikat Akreditasi B ( Baik)

Tahun 2010 STT M Wates memperoleh perpanjangan izin operasional dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor Dj.I/139/2010 Tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Program Sarjana (SI) pada Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI0 Tahun 2010 dan pada tahun 2011 kembali memperoleh akreditasi B dengan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor: 023/BAN-PT/Ak-XIV/SI/IX/2011 Tetang Status, Nilai, Peringkat, dan Masa Berlaku Hasil Akreditasi Program Sarjana di Perguruan Tinggi tanggal 9 September 2011. Sertifikat akreditasi nomor tertanggal 9 September 2011 berlaku hingga 9 September 2016.

Tahun 2012 memperoleh perpanjangan Izin penyelenggaraan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 593 Tahun 2012 Tentang Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Program Studi Strata Satu (SI) Pada Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (PTAIS) Tahun 2012 tanggal 24 Mei  2012 selama 5 Tahun. Dengan demikian Izin operasional STITM Wates masih berlaku sampai tahun 2017 dan hasil akreditasinya masih berlaku sampai tahun 2016 dan bisa diperpanjang kembali sesuai peraturan yang berlaku.

Namun demikian, atas saran Majlis Pendidikan Tinggi PP Muhammadiyah demi  lebih majunya lagi perguruan Tinggi Muhammadiyah di Wates dan adanya beberapa aturan yan menahruskan dibukanya proram studi yan lebih dari satu, maka disarankan  STITM Wates berabun  dengan fakultas aama islam Universitas Ahmad Dahlan. Hal ini untuk menantisipasi ditutupnya sekolah tinggi dan yang sejenis yang hanya mempunyai satu program studi.

Tujuan penggabungan STITM Wates ini sebenanrya bermula dari saran Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dalam beberapa kali pertemuan memberikan beberapa opsi  untuk pengembangan STIM wates kedepan dan terakhir Majelis Dikti menggarisbawahi Opsi penggabungan STIT M Wates ke UAD dalam pertemuan tanggal 25 November 2013 di Gedung PP Muhammadiyah yogyakarta.

Atas saran Majlis Dikti PP Muhammadiyah, STITM Wates mengirim surat bernomor 366/13.AU/A/2013 tertanggal 29 Muharram 1435 H bertepatan 3 Desember 2013 perihal permohonan penggabungan yang ditindaklanjuti dengan Surat tugas  Rektor UAD Nomor R/19/B.12/II/2014 yang menugaskan tim yang terdiri dari unsur UAD dan STITM Wates untuk membahas rencana penggabungan STITM wates dan UAD.

Kementerian Agama RI melalui Direktur Pendidikan Islam mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4468 Tahun 2014 tanggal 13 Agustus tahun 2014 Tentang Penggabungan STIT Muhammadiyah Wates dengan Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad dahlan Yogyakarta berisi penggabungan STIT Muhammadiyah Wates dengan FAI UAD menjadi Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah yang disingkat FTDI. Untuk menindaklanjuti penggabungan ini kementerian Agama mengeluarkan pedoman  dalam surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor Dj.I/Dt.I.IV/4/PP.009/1970/2014 Tanggal 25 Agustus 2014 perihal Penyelenggaraan Pendidikan Pasca Penggabungan STIT Muhammadiyah Wates pada Univ Ahmad Dahlan Yogyakarta. Pedoman ini mengatur masa transisi yang harus dilalui dan saat ini sedang kita lalui bersama.

Alasan lebih jelas mengenai penggabungan STIT Muhammadiyah Wates dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta adalah:

  1. Untuk menghadapi persaingan perguruan tinggi swasta di Yogyakarta yang semakin besar.
  2. Mengantisipasi agar lebih berkembangnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Kulonprogo.
  3. Atas anjuran dari Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam rapat bersama STIT Muhammadiyah Wates dengan UAD pada tanggal 25 November 2013 di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta

DAFTAR PIMPINAN STITM WAT ES

Selama STITM Wates berdiri, sudah beberapa kali beranti kepemimpinan.

  1. H. Afandi                                            (1968 -……..)
  2. Mubadi                                                ( ………-1993)
  3. H. Muh Hasyim Daldiri, M.Si         (1993 – 2008)
  4. H. Sutarjo, M.Si                                 (2008 – 2012)
  5. Drs. H. Zamzuri Umur, SS, M.Pd   (2013 – 2017)

 

Demikian Sekelumit perjalanan proram studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dari masa berdiri sampai sekarang. Adanay perubahan dan penyesuaian denan kondisi dalam dinamika pendidikan bukan menjadi sebuah halanan dalam berkiprah khususnya di wilayah kulon proo. Perubahan dan penabunan dari STIT M wates sampai menjadi baain Fakultas Aama islam universitas ahmad dahlan telah menjadi bukti seberapa besar kontribusi pendidikan yan telah di berikan. Semoa perjalan dan perkembanan PAI seiring sejalan bisa lebih mewarnai dalam perjalalan pendidikan islam khususnya di wilayah yoyakarta.