MAKIN CINTA PAI UAD : KISAH MAGANG DI SMP MUH 7 YOGYAKARTA

Oleh :

Muhammad Iqbal, Luqman Nul Hakim dan Siti Samsiatun

(Mahasiswa semseter 4 PAI UAD)

 

Alhamdulillah, kami bertiga mendapatkan Smp Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Ketika hari pertama magang kami mengikut agenda upacara rutin di setiap hari senin setelah menikuti upacara kami mengelilingi setiap kelas dan mengecek apakah kelas tersebut sudah ada guru yang masuk atau belum apabila belum ada Kamilah yang memasuki kelas tersebut atas seizin dari ibu kepala sekolah. Setelak itu kami memutari lingkungan sekolahan sekalian kami melakukan observasi,

 Ketika waktu istirahat tiba kami para peserta magangpun ikut beristirahat dengan adik-adik yang lainnya dan di kawasan lingkungn sekolah cukup banyak juga di dapati warung- warung kantin dll, ada saat waku itu jam kelas kosong gurunya tidak ada kami di suruh mengisi kelas dan ada hal yang agak membuat kami ragu, kami di suruh untuk mengisi kelas kesenian music kami sempat berfikir aneh jurusan kami Pendidikan agama Islam namun kami di suruh ambil kelas yang jelas-jelas mata pelajarannya sama sekali tidak ada hubungannya dengan prodi yang kami ambil, akhirnya sambil bismillah kami masuk dengan yakin dan saat masuk ini adalah pengalaman pertama kami dalam mengajar didalam kelas dengan real, meskipun sebelumnya kami juga sudah peraktek mengajar tapi ini sangat beda, ketika praktek yang kami ajar adalah teman sekelas kami sendri namun kali ini kami benar-benar mengajar murid dikelas yang memang menjadi objek kami rasanya sangat beda jauh apalagi kami memegang ank smp kelas IV yang mana masih agak susah untuk di atur dengan baik, maka saat itulah kesabaran, kekreatifitasan kami dalam mengelola kelas di uji. ketika kami mulai mengucapkan salam kelas masi terpantau sangat tidak kondusif samapai saat kami menemukan kuncinya, ternyata setiap kelas itu ribut pasti ada yang memulainya pribahasanya tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api yang menyulutnya, saat kami perhatikan kami dapatkan siapa yang sekiranya menjadi bos atau biang keributannya saat di kelas kami dekati anak tersebut saat anak itu mulai bisa kami kuasai akhirnya kami pun bisa menguasai kelas tersebut, sungguh pengalaman yang begitu sangat luar biasa bagi kami,

Di sekolah ini ketika sholat yang mengimami bukan dari kalangan gurunya namun dari para murid karna di sekolah Muhammadiyah ini  memang  sudah  menanamkan sifat berani dalam memimpinan  sejak usia dini jadi kalau bukan di latih dari sekarang mau kapan lagi, sedangkan gurunya mengawasi para murid dari atas mimbar mata gurupun bagaika kamera pengintai sangat jeli dalam mengawasi apabila ada dari muridnya yang ketika sholat main-main maka ketika sholat selsai seketika itupun murid yang terlihat main-main tadi langsung di berikan hukuman,

 Setelah sholat selsai anak-anak pun di persilahkan untuk berkemas lalu di persilahkan untuk kembali kerumahnya masing-masing begitupun dengan kami peserta magang setelah selsai menunaikan sholat pun kami di persilahkan untuk pulang, sebelum pulang kami berpamitan dengan seluruh staf yang bertugas di perpustakaan barulah kami berbenah sedikit merapikan ssampah-sampah yang tertinggal merapikan kursi kami barulah kami pulang, dan selalu begitulah seterusnya

Dan di samping kesibukan kami yang lain kami tidsk melupakan tugas utama kami disana untuk obsevasi kelas, konsultasi dengan guru pembimbing, ada waktu kami ketika konsultasi dengan guru pembimbing kami meminta jadwal beliau kapan beliau masuk kedalam kelas dan setelah dapat jadwal guru pembimbing kami sepakatilah untuk observasi kelas di hari Rabu dan hari Kamis, dan saat hari rabu kami pun melangsungkan observasi di kelas sesuai jadwal yang di tentukan, kami melihat cara beliau mngajar bagaimana cara beliau menghadapi siswa yang ramai sendiri, bagaimana beliau memenej kelas banyaklah intinya yang kami peroleh dari observasi tersebut begitu juga dengan observasi kami yang di hari selanjutnya tidak jauh berbeda dengan hari sebelumnya, setelah beres observasinya, kami kembali ketugas-tugas kami seperti biasanya membantu perpustakaan

SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta adalah salah satu amal usaha Muhammadiyah Pimpinan Cabang Kotagede, berlokasi di pinggiran Kota Yogyakarta, tepatnya di Kampung Purbayan, Kotagede. SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta berdiri sejak tahun 1965 dan sudah meluluskan ribuan alumni. SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta merupakan sekolah dengan semboyan Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual dan Berkarakter memiliki visi terbentuknya manusia muslim, takwa, berwawasan keunggulan dan terampil dalam berkarya dan berprestasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *